home latest asupna blogs
  • About Me
  • Story Telling
  • Few Articles
  • News Updates
  • Contact Me

More story

Sunatan Pakai SMARTKLEMP

Pagi Jum'at 3 July 2009 selesai solat subuh Alif dan Abiyu sudah ku bangunkan kami berencana ke Rumah Sakit Muhamadiyah Taman Puring untuk khitanan ke dua anak saya ini, tinggal satu minggu lagi jatah liburan sekolahnya.

....more

Pesan Yang Tak Terucapkan

(Ditulis oleh : Lesminingtyas) Tahun 2002 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor.

....more

Kita Cerai Saja....

Saat aku dilamar suamiku, aku merasa bahwa akulah wanita yang paling beruntung di muka bumi ini.

....more

Tuhan itu ada

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.

....more

Kekuatan terbesar manusia

Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya.

....more

Saya buta, tolong saya.


Seorang anak laki-laki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.


Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis. Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini.


Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?'


Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran.. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.'


Apa yang ia telah tulis adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.'


Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja? Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?


Sumber: Anonymous





 

contact

Agus Supriatna Application Developer
Jl. H. Sajim No.5 12/02 Radio Dalam
Kebayoran Baru, jakarta Selatan


agus.supriatna[at]gmail.com

  • About me|
  • Story telling|
  • Few articles |
  • News updates |
  • Contact me

© Copyright Story Telling 2007-2010.


xhtml css

Designed By= template world

Hosted by IndoServer.Web.ID